3. Hubungan Keterampilan Guru dalam Mengelola kelas Terhadap Keaktifan Belajar Siswa
Pendidikan merupakan sebuah proses kognitif, afektif maupun psikomotor yang dilakukan secara terus menerus dan bertahap. Di dalamnya terdapat berbagai macam lketerampilan yang dapat dilakukan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Tetapi, tentu saja tidak semua siswa mampu menyerap materi tersebut secara merata.
Berbagai faktor baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan turut mempengaruhi pencapaian belajar siswa. Salah satu faktor yang berperan dalam melatih kesadaran siswa meninngkatkan kemampuan mereka dalam menyerap materi pembelajaran ialah keterampilan yang dilakukan oleh guru. Faktor keterampilan guru yang dalam mengajar juga sangat penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil salah satu keterampilan guru yaitu keterampilan mengelola kelas.
Keberhasilan seorang guru dalam proses pembelajaran salah satunya ditentukan oleh keterampilan mengelola kelas. Keterampilan mengelola kelas sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif. Keaktifan belajar terlihat setelah siswa melakukan pembelajaran dengan tenang, tertib dan efektif.
Dampak yang diharapkan dari pengelolaan kelas yaitu meningkatkan perhatian siswa pada pembelajaan. Jika guru mengelola kelas dengan baik , diharapkan perhatian siswa terhadap pelajaran juga baik. Perhatian siswa sangat dibutuhkan dalam pembelajaran karena hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada keaktifan siswa.
Menurut Supriyadi ( 2013 : 173 – 174 ) bahwa siswa akan belajar secara aktif kalau rencana pembelajaran yang disusun guru mengharuskan siswa, baik secara sukarela maupun terpaksa, menuntut siswa melakukan kegiatan belajar. Mengaktifkan kegiatan belajar siswa berarti menuntut kreativitas dan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajran.
Melalui uraian diatas, kita dapat mengetahui bahwa ada hubungan antara pengelolaan kelas dengan keaktifan belajar siswa.