Perjuangan Kaum Penghayat Kepercayaan Mempertahan Eksistensinya di Nusantara

Tidak banyak orang yang mengetahui tentang keberadaan kaum penghayat kepercayaan dan bahkan masih banyak yang tidak memahami apa itu penghayat kepercayaan padahal keberadaan mereka di tanah nusantara sudah sedari dulu, sejak sebelum enam agama yang diakui di Indonesia masuk dan banyak dipeluk oleh masyarakat.

Meski telah disahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai kepercayaan yang diakui pemerintah Indonesia dan dapat dicantumkan ke dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), kenyataannya para pemeluk kepercayaan ini masih mendapatkan diskriminasi di berbagai segi kehidupan.

Beberapa pengakuan kaum penghayat kepercayaan mengungkapkan kesulitan mereka saat mencari tanah untuk pemakaman hanya karena di dalam KTP mereka terdaftar sebagai kaum penghayat. Termasuk sulitnya untuk mencari pekerjaan, karena banyak orang yang belum mengenal istilah kaum penghayat dan masyarakat cenderung menolak segala hal yang asing untuk mereka.

kaum penghayat di nusantara

Menurut data hasil survey yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tercatat ada total 187 kelompok penghayat kepercayaan di seluruh Indonesia.  Sebanyak 53 kelompok di antaranya terdapat di wilayah Jawa Tengah.

Untuk dapat diakui oleh pemerintah, sebelumnya kaum penghayat kepercayaan ini harus mendaftarkan diri dengan mengisi formulir dan menjalain beberapa wawancara.

Ini dilakukan untuk memastikan kepercayaan yang dianut tetap menyembah Tuhan. Jangan sampai ada agama yang penghayat di Indonesia yang menyembah hal lain selain Tuhan, apalagi sampai menjalankan kegiatan ritual agama yang membahayakan.

Kenyataan bahwa ternyata ada banyak jenis kepercayaan yang eksis dan dianut oleh masyarakat di Indonesia masih mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dan tidak tersentuh oleh ajaran-ajaran budaya leluhur.

Hal demikian akan sangat merepotkan ketika beberapa orang menganggap ajaran tersebut sebagai ajaran sesat, padahal sebetulnya kepercaraan tersebut adalah agam asli nusantara yang telah ada sejak berabad-abad silam. Sudah seharusnya kita selalu menjaga warisan leluhur, terutama yang bersifat budaya dan jati diri bangsa.

Sebagian agama asli nusantara ini cukup populer dan sudah cukup dikenali berkat usaha para penganutnya untuk memperkenalkan agama yang mereka anut, di antaranya adalah Sunda Wiwitan, Buhun, Kejawen, Kaharingan, Aluk Todolo dan lain sebagainya.

Sejarah Kelam 3 Aliran Sesat yang Ada di Dunia

Apakah sekte sesat paling berbahaya di dunia? Sebelum kita masuk ke arah sana, mari kita mulai dengan hal yang lebih mendasar tentang definisi sebuah sekte. Sekte sesat didefinisikan sebagai sistem di mana para pengikutnya menyembah atau mengagungkan sebuah individu, berhala, atau suatu objek.

Meski begitu, kebanyakan dari sekte ini memiliki proyek kejahatan ektreme dan beberapa agenda kriminal yang sangat menyimpang dari norma yang membuat mereka dianggap sebagai sekte sesat. Kegiatan tersebut termasuk bunuh diri masal, pencucian otak, perilaku ekstrimis, penyerangan, penculikan, pemerasan, dan kejahatan seksual. Berikut adalah 3 sekte sesat paling berbahaya yang pernah tercatat dalam sejarah.

  1. KKK (Ku Klux Klan)

aliran sesat ku klux klan

Ku Klux Klan atau disingkat menjadi KKK terkenal dengan penampilan mereka yang menggunakan jubah putih, penutup kepala dengan ujung runcing, dan keyakinan mereka terhadap white supremacy atau keyakinan bahwa orang kulit putih punya kasta yang lebih tinggi dibandingkan dengan ras lainnya.

Yang menghilang dalam sejarah adalah fakta di mana inti dari ajaran KKK (atau setidaknya sebelum menjadi sesat) adalah sebuah kelompok religius Kristiani ektremis. Awal terbentuk ketika Perang Saudara di Amerika berakhir, KKK menyatakan bahwa kelompoknya memiliki anggota hingga 4 juta orang.

Taktik teror mereka dan penyerangannya terhadap orang kulit hitam, Yahudi, Katolik, dan beberapa kaum minoritas lainnya membuat otoritas Amerika menganggap kelompok ini sebagai sekte sesat yang berbahaya.

Anonimitas klan ini juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi. Para anggota bisa mengikuti kegiatan sekte dengan bebas tanpa tersembunyi atau berpartisipasi secara tertutup menggunakan jubah dan penutup kepala jika mereka mau. Banyak laporan yang menyatakan jika kelompok ini masih ada hingga sekarang.

  1. Aum Shinrikyo

aliran sesat aum shinrikyo

Adalah sebuah kelompok kepercayaan yang pernah dianggap oleh pemerintah Jepang sebagai agama, muncul sebagai Aum Shinrikyo dari tahun 1987 hingga 2000. Di tahun 2000 kelompok ini mengubah nama mereka sebagai Aleph, dan di 2007 beberapa anggotanya berpisah dan membentuk kelompok baru yang dikenal dengan nama Hakari no Wa. Kepercayaan Aum mencakup ajaran Hinduisme/Buddhisme seperti ritual pembersihan semacam yoka, juga konsep karma dan beberapa konsep lainnya.

Aum juga mempercayai beberapa konsep yang terdapat dalam kepercayaan Judeo/Kristen seperti neraka dan kiamat. Pusat dari keyakinan agama ini sendiri terdapat pada pemimpin tertingginya yaitu Shoko Asahara sebagai yang tercerahkan, dan ia mengklaim memilik kekuatan supranatural seperti melayang di udara dan melihat masa depan.

Pada awal tahun 1990, Aum Shinrikyo ‘menguji’ serangkaian senjata kimia maupun biologis dalam skala kecil untuk menyerang orang-orang yang dianggap sebagai musuh dari organisasi ini. Beberapa kali kelompok ini juga mencoba untuk mengembangkan senjata biologis berbahaya seperti Antrax dan Ebola namun gagal.

  1. Peoples Temple

korban bunuh diri aliran sesat peoples temple

Sekte fanatik agama yang dipimpin oleh Jim Jones, seorang mantan Marxis dan pendukung Komunis yang beralih menjadi pendeta metodologis. Jones sangat terkenal dan berkarisma, ia juga berkali-kali menyatakan penentangannya terhadap kaum elit sosial. Karena itu para pengikut aliran People’s Temple kebanyakan adalah orang miskin dan tertindas.

Namun, yang berawal sebagai sekte pembela kaum miskin, kemudian berubah menjadi sebuah sekte sesat ketika Jones mulai menyatakan perlawanannya terhadap injil dan ketakutannya akan bencana nuklir. Jones juga memaksa para pengikutnya untuk meninggalkan Amerika Serikat dan kemudian menetap di hutan di daerah Guyana di mana laporan tentang kejahatan seks terus terjadi.

People’s Temple mulai menarik perhatian ketika anggota kongres Amerika dan beberapa reporter yang mencoba mengunjungi mereka dibunuh ketika mencoba untuk meninggalkan tempat tersebut. Lalu, dengan perintah dari sang pemimpin, lebih dari 900 orang melakukan bunuh diri terbesar sepanjang sejarah dengan menenggak racun yang dicampurkan ke dalam minuman ringan.

Ternyata Ada Kepercayaan yang Menganjurkan Perjudian

Untuk kita yang tinggal di wilayah Indonesia, mungkin sudah mengetahui jika judi termasuk kegiatan yang ilegal. Tidak hanya ilegal, untuk negara dengan penduduk dengan kepercayaan islam terbesar di dunia, Judi adalah perbuatan yang haram dan dilarang oleh agama.

Meski begitu, kegiatan perjudian masih banyak dilakukan oleh beberapa masyarakatnya dengan sembunyi-sembunyi. Sudah jadi rahasia umum jika di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Batam, dan lain sebagainya, masih ada praktek judi yang berlangsung secara eksklusif.

Dilaksanakan di dalam hotel yang mewah dan dijaga ketat oleh sekuriti-sekuriti berbadan tegap. Untuk bisa masuk dalam permainan pun tidak bisa sembarangan, hanya orang-orang dari kalangan dalam saja yang diizikan ikut bermain.

perjudian dan budaya kepercayaan

Untuk kalangan orang-orang kecil juga judi masih sering ditemukan. Di pedalaman dan pelosok desa masih bisa ditemukan beberapa aktifitas judi seperti sabung ayam, adu domba atau judi dadu yang biasa dimainkan oleh orang-orang zaman dulu. Tapi, biasanya judi jenis ini tidak bisa bertahan lama karena seringkali terciduk oleh aparat kepolisian. Meskipun akhirnya akan muncul lagi, dan seperti itu seterusnya.

Kontroversi Judi di Indonesia

Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di Asia, bahkan di dunia. Hampir 90% penduduknya memeluk agama islam, sementara sebagian lainnya memeluk agama Kristen, Hindu, Buddha, dll. Sebetulnya hampir semua agama yang dianut di Indonesia melarang perjudian, namun Islam sangat menentang segala praktek dan bisnis yang hanya mengandalkan peluang dan keberuntungan ini. Oleh karena kondisi tersebut, masyarakat Indonesia sangat anti terhadap perjudian.

Hal yang berbeda diterapkan oleh negara tetangganya Malaysia, yang sebetulnya sama-sama mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam, tetapi tetap mengizinkan adanya praktek perjudian meski hanya ditempat-tempat tertentu agar lebih mudah dikontrol oleh pemerintah, dan hanya mengizikan warga asing yang bermain judi di sana. Sebetulnya pemerintah Malaysia tidak melarang warganya berjudi, namun syarat untuk warga Malaysia lebih berat dibandingkan dengan warga negara lain.

 

perjudian di korea

Kepercayaan yang Mendukung Perjudian

Memang hampir semua agama yang dianut di Indonesia mengharamkan perjudian, tapi di beberapa budaya tertentu, perjudian diperbolehkan bahkan ada yang sampai menganjurkan. Contohnya untuk beberapa kepercayaan yang dianut di daerah Tiongkok.

Penganutnya percaya jika berjudi dapat membuang sial dari harta yang dimilikinya. Jadi di waktu-waktu tertentu, orang-orang di sana akan menyisihkan uangnya untuk berjudi. Tapi uang yang mereka pakai untuk berjudi hanya sebagian kecil saja, karena mereka juga sadar jika judi seperti main kartu atau judi bola online bisa banyak menguras harta mereka.

Selain Tiongkok, warga Korea ada juga kebiasaan warga Korea serupa. Sebelum mereka memasang taruhan atau membeli lotre, mereka sempatkan diri untuk datang ke kuil dan memanjatkan doa kepada dewa. Dengan mengunjungi dewa sebelum berjudi, orang Korea percaya mereka akan diberikan keberuntungan yang melimpah.

perjudian di Jepang

Jepang juga negara yang dominan penduduknya beragama Shinto. Di kepercayaan ini, penganutnya mempercayai beberapa dewa, dan mereka biasanya menyembah dewa-dewa tertentu tergantung dengan hajat yang akan mereka panjatkan. Begitu juga saat mereka akan berjudi, mereka akan pergi ke kuil, berdoa dan memberikan persembahan bagi dewa keberuntungan.

Jepang dikenal memiliki banyak dewa. Sepanjang tahun orang-orang dijepang mengadakan festival untuk menyembah dewa-dewa ini. Bahkan ada kuil khusus yang biasa didatangi oleh orang-orang yang bergerak di hiburan dewasa. Mereka meminta untuk senantiasa diberikan wajah yang awet muda, tubuh yang seksi dan digilai oleh para kaum Adam.

Inilah Rina Nose dan Kronologi Perjalanan Spiritualnya!

Menjelang akhir tahun kayaknya panggung hiburan nggak pernah sepi dari gosip, sensasi, dan seisinya. Misalnya dibikin peringkat nih ya, siapa artis yang belakangan paling rame diomongin dan berhasil bikin satu Indonesia main teka-teki , udah pasti jatuh ke tangan Rina Nose. Setuju nggak?

Tahun lalu, publik dibikin simpati sama keputusan Rina yang mengenakan hijab. Tapi belum lama ini dia terang-terangan melepaskan penutup auratnya. Gara-gara itu, otomatis semua orang jadi bertanya-tanya, kira kira kenapa ya sama dia? Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba bikin postingan galau sambil pamer selfie hitam putih. Tapi yang bikin masyarakat kaget tentu aja hijab yang biasa melindungi kepalanya itu sekarang udah nggak ada alias mantap dilepas.

Kronologis perjalanan spiritual Rina Nose

Sampe sekarang sih, baik dari pihak Rina Nose maupun keluarga dan temennya nggak ada yang klarifikasi apa pun, jadinya masyarakat masih penasaran deh!

Tapi, namanya netizen Indonesia nggak ada ceritanya bakal diem dan nyerah gitu aja. Mereka pasti cari tahu plus menerka-nerka penyebab Rina lepas hijab. Ada yang bilang, Rina pindah keyakinan. Ada juga yang menduga kalau perubahan Rina terjadi setelah dia pulang dari Jepang. Nah, biar nggak bingung, kita bahas satu per satu perjalanan dan pengalaman spiritual Rina ya. Mulai dari dia pakai hijab sampai tampil pede tanpa busana muslimah.

rina nose saat masih berhijab

  1. Mantap pakai hijab pada tahun 2016

Rina Nose mengunggah fotonya memakai hijab pertama kali pada tanggal 12 September 2016 lalu. Dalam foto itu, intinya sih dia bilang kalau menemukan hidayah, banyak mengalami perjalanan spiritual kayak petualangan batin, pergolakan batin, pencarian ilmu, do’a, dosa, dan lain-lain. Lalu ia sadar kalau hijab itu hukumnya wajib bagi wanita muslim atau muslimah. Ya, kalau dibaca dari caption Instagramnya waktu itu, perjalanan dia buat berhijab ini kelihatan panjang banget dan ga mudah.

  1. Jadi host ‘comedy traveller’ Trans TV

Habis pakai hijab, Rina kayak kebanjiran job gitu deh. Soalnya, tepat dua bulan setelah itu, dia didapuk jadi pembawa acara Comedy Traveller yang ditayangin Trans TV. Tahu sendiri kan kalau Rina ini orangnya jago negelawak? Nah, ditambah lagi karena dia punya gaya hijab yang kasual dan chic, makanya cocok banget ngisi acara travel ini. Dari semua tempat yang pernah dia kunjungi, Jepang adalah satu-satunya negara yang bikin netizen mulai sadar sesuatu.

Rina sempet curhat kalau selama tinggal dua hari di Jepang, dia sadar bahwa tanpa agama pun semua masyarakatnya bisa hidup dengan baik, menjunjung nilai moral dan kemanusiaan. Menariknya lagi, Rina sempet tanya pada penduduk yang memeluk kepercayaan tertentu  dan menjadi caption foto IGnya, “Kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalu kenapa kamu ingin mencari Tuhan dan ingin memiliki agama?”

Wah, kira-kira kenapa Rina tanya begitu ya?

rina nose dengan turban

  1. Mulai ubah gaya berhijab

Perubahan Rina nggak drastis atau langsung mencolok. Sebelum seperti sekarang, pada tanggal 11 Oktober dia mengubah model hijabnya menggunakan turban. Itu lho, kain yang dibentuk cuma nutupin rambut dan keliatan lehernya aja.

Pergantian ke model turban disinyalir pengen lepas secara perlahan-lahan, biar nggak kaget gitu kalo dadakan.

rina nose membuka hijabnya

  1. Mantap lepas hijab

Nah, ini nih yang bikin semua orang kaget. Tepat tanggal 9 November lalu, Rina memposting foto dirinya tanpa hijab di akun Instagram. Isi caption-nya sih nggak beda jauh sama pertama kali dia berhijab. Sama-sama mengalami perjalanan spiritual yang panjang nan pelik. Ia bilang kalau mengalami kerapuhan jiwa, rekayasa pikiran, pencarian ilmu, dan lain-lain gitu pokoknya.

 

Sepertinya, Rina Nose masih dalam proses pencarian jati diri dan keyakinanya ya. Kita tidak perlu menghakimi dan tentu saja harus bisa menyikapinya dengan bijak tanpa fanatik buta. Bagaimana menurutmu?

Atheis dan Agnostik : Terlihat Sama Padahal Tidak

Indonesia terkenal dengan beragam budaya, adat istiadat dan agama. Keragaman ini tidak dijadikan sebagai pembeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan menganut sistem “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu, filosofinya adalah walaupun kita berbeda suku, ras, agama, kami tetap sama, bertanah air Indonesia.

Indonesia juga dikenal dengan toleransi beragamanya. Jadi apapun agama Anda, tidak akan dibeda-bedakan. Mungkin Anda pernah mendengar istilah atheis. Sebutan itu biasanya ditujukan bagi mereka yang tidak beragama. Namun sebenarnya tidak bisa disamaratakan seperti itu, karena ada pula istilah lain yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Yaitu agnostik. Istilah yang hampir sama dengan atheis tetapi memiliki pandangan yang berbeda terhadap Tuhan.

agnostik dan atheis

Banyak orang yag terjebak dengan kedua istilah tersebut dan pada akhirnya terjadi salah paham dan salah sebut antara satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya membagikan informasi, agar tidak adanya lagi kesalahan tentang kedua istilah ini. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa persamaan dan perbedaan antara atheis dan agnostik:

  1. Bagi mereka yang menganut atheis, mereka mempunyai keyakinan dengan tidak percaya adanya Tuhan di muka bumi ini. Sedangkan agnostik sendiri sama sekali tidak mengetahui sebenarnya Tuhan itu ada atau tidak.
  2. Kaum atheis sudah tidak ada kemungkinan untuk mempercayai adanya Tuhan sama sekali, bahkan hingga pada taraf pada penolakan terhadap Tuhan. Berbeda dengan agnostik, mereka masih ada kemungkinan untuk percaya terhadap Tuhan, hanya saja masih ada keraguan dan keresahan yang membuat mereka berpikir panjang dan membutuhkan sebuah pembuktian lebih jauh.
  3. Dilihat dari kedua penjabaran tersebut, kaum atheis tidak mempercayai apapun yang bersifat gaib. Sedangkan agnostik berpikir lebih logis, kritis dan mengedepankan ilmu pengetahuan dalam memaknai segala hal. Namun, menurut mereka untuk masalah spritual seperti ini tetap tidak bisa sepenuhnya dimengerti oleh manusia sehingga kaum agnostik masih dalam kebimbangannya tentang eksistensi Tuhan.
  4. Tidak berbeda jauh dengan gaib, kaum atheis harus mendapatkan sebuah bukti atau penampakan yang nyata. Seperti yang diketahui, Tuhan tidak nampak dan setiap mereka yang menyembah Tuhannya tentu saja dengan cara yang berbeda-beda tergantung dengan kepercayaan masing-masing. Dalam hal ini kaum agnostik yang berpikiran kritis dan logis tidak dapat menerima teori dan dogma tentang agama secara bulat-bulat, mereka pasti akan menelaah sedikit demi sedikit dan mereka tipe yang tidak mudah percaya.
  5. Kaum atheis mempercayai bahwa alam semesta dan isinya tercipta begitu saja tanpa adanya campur tangan dari siapa pun, apalagi yang berhubungan dengan gaib. Sedangkan agnostik masih ada kemungkinan-kemungkinan bahwa mereka meyakini ada sesuatu di balik itu semua sehingga tercipta apa yang mereka lihat sekarang.
  6. Cara pandang keduanya hampir sama terhadap kehidupan setelah mereka tiada. Mereka tidak mempercayai kehidupan lain setelah kematian. Jika sudah mati, ya sudah mati saja. Namun biar begitu, tetap masih ada sedikit perbedaan antara keduanya yaitu agnostik memang tidak mempercayainya, hanya saja mereka lebih fleksibel.
  7. Satu lagi persamaannya, yaitu sama-sama tidak menggantungkan diri terhadap bantuan Tuhan. Mereka berpikiran bahwa apa pun yang dilakukan manusia, baik maupu buruk adalah murni tanggung jawab sendiri. Tidak ada campur tangan Tuhan yang dapat membantu manusia kecuali kemampuan manusia itu sendiri.

Dapat disimpulkan, bahwa walaupun berbeda, kedua aliran ini tetap memiliki pemikiran yang sama dalam dua hal tadi. Serta tetap keukeuh dengan pendiriannya masing-masing tanpa campur tangan yang lainnya. Karena bagi mereka, Tuhan adalah zat yang tidak nampak dan tidak perlu dibahas keberadaannya.