Inilah Rina Nose dan Kronologi Perjalanan Spiritualnya!

Menjelang akhir tahun kayaknya panggung hiburan nggak pernah sepi dari gosip, sensasi, dan seisinya. Misalnya dibikin peringkat nih ya, siapa artis yang belakangan paling rame diomongin dan berhasil bikin satu Indonesia main teka-teki , udah pasti jatuh ke tangan Rina Nose. Setuju nggak?

Tahun lalu, publik dibikin simpati sama keputusan Rina yang mengenakan hijab. Tapi belum lama ini dia terang-terangan melepaskan penutup auratnya. Gara-gara itu, otomatis semua orang jadi bertanya-tanya, kira kira kenapa ya sama dia? Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba bikin postingan galau sambil pamer selfie hitam putih. Tapi yang bikin masyarakat kaget tentu aja hijab yang biasa melindungi kepalanya itu sekarang udah nggak ada alias mantap dilepas.

Kronologis perjalanan spiritual Rina Nose

Sampe sekarang sih, baik dari pihak Rina Nose maupun keluarga dan temennya nggak ada yang klarifikasi apa pun, jadinya masyarakat masih penasaran deh!

Tapi, namanya netizen Indonesia nggak ada ceritanya bakal diem dan nyerah gitu aja. Mereka pasti cari tahu plus menerka-nerka penyebab Rina lepas hijab. Ada yang bilang, Rina pindah keyakinan. Ada juga yang menduga kalau perubahan Rina terjadi setelah dia pulang dari Jepang. Nah, biar nggak bingung, kita bahas satu per satu perjalanan dan pengalaman spiritual Rina ya. Mulai dari dia pakai hijab sampai tampil pede tanpa busana muslimah.

rina nose saat masih berhijab

  1. Mantap pakai hijab pada tahun 2016

Rina Nose mengunggah fotonya memakai hijab pertama kali pada tanggal 12 September 2016 lalu. Dalam foto itu, intinya sih dia bilang kalau menemukan hidayah, banyak mengalami perjalanan spiritual kayak petualangan batin, pergolakan batin, pencarian ilmu, do’a, dosa, dan lain-lain. Lalu ia sadar kalau hijab itu hukumnya wajib bagi wanita muslim atau muslimah. Ya, kalau dibaca dari caption Instagramnya waktu itu, perjalanan dia buat berhijab ini kelihatan panjang banget dan ga mudah.

  1. Jadi host ‘comedy traveller’ Trans TV

Habis pakai hijab, Rina kayak kebanjiran job gitu deh. Soalnya, tepat dua bulan setelah itu, dia didapuk jadi pembawa acara Comedy Traveller yang ditayangin Trans TV. Tahu sendiri kan kalau Rina ini orangnya jago negelawak? Nah, ditambah lagi karena dia punya gaya hijab yang kasual dan chic, makanya cocok banget ngisi acara travel ini. Dari semua tempat yang pernah dia kunjungi, Jepang adalah satu-satunya negara yang bikin netizen mulai sadar sesuatu.

Rina sempet curhat kalau selama tinggal dua hari di Jepang, dia sadar bahwa tanpa agama pun semua masyarakatnya bisa hidup dengan baik, menjunjung nilai moral dan kemanusiaan. Menariknya lagi, Rina sempet tanya pada penduduk yang memeluk kepercayaan tertentu  dan menjadi caption foto IGnya, “Kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalu kenapa kamu ingin mencari Tuhan dan ingin memiliki agama?”

Wah, kira-kira kenapa Rina tanya begitu ya?

rina nose dengan turban

  1. Mulai ubah gaya berhijab

Perubahan Rina nggak drastis atau langsung mencolok. Sebelum seperti sekarang, pada tanggal 11 Oktober dia mengubah model hijabnya menggunakan turban. Itu lho, kain yang dibentuk cuma nutupin rambut dan keliatan lehernya aja.

Pergantian ke model turban disinyalir pengen lepas secara perlahan-lahan, biar nggak kaget gitu kalo dadakan.

rina nose membuka hijabnya

  1. Mantap lepas hijab

Nah, ini nih yang bikin semua orang kaget. Tepat tanggal 9 November lalu, Rina memposting foto dirinya tanpa hijab di akun Instagram. Isi caption-nya sih nggak beda jauh sama pertama kali dia berhijab. Sama-sama mengalami perjalanan spiritual yang panjang nan pelik. Ia bilang kalau mengalami kerapuhan jiwa, rekayasa pikiran, pencarian ilmu, dan lain-lain gitu pokoknya.

 

Sepertinya, Rina Nose masih dalam proses pencarian jati diri dan keyakinanya ya. Kita tidak perlu menghakimi dan tentu saja harus bisa menyikapinya dengan bijak tanpa fanatik buta. Bagaimana menurutmu?

Atheis dan Agnostik : Terlihat Sama Padahal Tidak

Indonesia terkenal dengan beragam budaya, adat istiadat dan agama. Keragaman ini tidak dijadikan sebagai pembeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan menganut sistem “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu, filosofinya adalah walaupun kita berbeda suku, ras, agama, kami tetap sama, bertanah air Indonesia.

Indonesia juga dikenal dengan toleransi beragamanya. Jadi apapun agama Anda, tidak akan dibeda-bedakan. Mungkin Anda pernah mendengar istilah atheis. Sebutan itu biasanya ditujukan bagi mereka yang tidak beragama. Namun sebenarnya tidak bisa disamaratakan seperti itu, karena ada pula istilah lain yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Yaitu agnostik. Istilah yang hampir sama dengan atheis tetapi memiliki pandangan yang berbeda terhadap Tuhan.

agnostik dan atheis

Banyak orang yag terjebak dengan kedua istilah tersebut dan pada akhirnya terjadi salah paham dan salah sebut antara satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya membagikan informasi, agar tidak adanya lagi kesalahan tentang kedua istilah ini. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa persamaan dan perbedaan antara atheis dan agnostik:

  1. Bagi mereka yang menganut atheis, mereka mempunyai keyakinan dengan tidak percaya adanya Tuhan di muka bumi ini. Sedangkan agnostik sendiri sama sekali tidak mengetahui sebenarnya Tuhan itu ada atau tidak.
  2. Kaum atheis sudah tidak ada kemungkinan untuk mempercayai adanya Tuhan sama sekali, bahkan hingga pada taraf pada penolakan terhadap Tuhan. Berbeda dengan agnostik, mereka masih ada kemungkinan untuk percaya terhadap Tuhan, hanya saja masih ada keraguan dan keresahan yang membuat mereka berpikir panjang dan membutuhkan sebuah pembuktian lebih jauh.
  3. Dilihat dari kedua penjabaran tersebut, kaum atheis tidak mempercayai apapun yang bersifat gaib. Sedangkan agnostik berpikir lebih logis, kritis dan mengedepankan ilmu pengetahuan dalam memaknai segala hal. Namun, menurut mereka untuk masalah spritual seperti ini tetap tidak bisa sepenuhnya dimengerti oleh manusia sehingga kaum agnostik masih dalam kebimbangannya tentang eksistensi Tuhan.
  4. Tidak berbeda jauh dengan gaib, kaum atheis harus mendapatkan sebuah bukti atau penampakan yang nyata. Seperti yang diketahui, Tuhan tidak nampak dan setiap mereka yang menyembah Tuhannya tentu saja dengan cara yang berbeda-beda tergantung dengan kepercayaan masing-masing. Dalam hal ini kaum agnostik yang berpikiran kritis dan logis tidak dapat menerima teori dan dogma tentang agama secara bulat-bulat, mereka pasti akan menelaah sedikit demi sedikit dan mereka tipe yang tidak mudah percaya.
  5. Kaum atheis mempercayai bahwa alam semesta dan isinya tercipta begitu saja tanpa adanya campur tangan dari siapa pun, apalagi yang berhubungan dengan gaib. Sedangkan agnostik masih ada kemungkinan-kemungkinan bahwa mereka meyakini ada sesuatu di balik itu semua sehingga tercipta apa yang mereka lihat sekarang.
  6. Cara pandang keduanya hampir sama terhadap kehidupan setelah mereka tiada. Mereka tidak mempercayai kehidupan lain setelah kematian. Jika sudah mati, ya sudah mati saja. Namun biar begitu, tetap masih ada sedikit perbedaan antara keduanya yaitu agnostik memang tidak mempercayainya, hanya saja mereka lebih fleksibel.
  7. Satu lagi persamaannya, yaitu sama-sama tidak menggantungkan diri terhadap bantuan Tuhan. Mereka berpikiran bahwa apa pun yang dilakukan manusia, baik maupu buruk adalah murni tanggung jawab sendiri. Tidak ada campur tangan Tuhan yang dapat membantu manusia kecuali kemampuan manusia itu sendiri.

Dapat disimpulkan, bahwa walaupun berbeda, kedua aliran ini tetap memiliki pemikiran yang sama dalam dua hal tadi. Serta tetap keukeuh dengan pendiriannya masing-masing tanpa campur tangan yang lainnya. Karena bagi mereka, Tuhan adalah zat yang tidak nampak dan tidak perlu dibahas keberadaannya.