Atheis dan Agnostik : Terlihat Sama Padahal Tidak

Indonesia terkenal dengan beragam budaya, adat istiadat dan agama. Keragaman ini tidak dijadikan sebagai pembeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan menganut sistem “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu, filosofinya adalah walaupun kita berbeda suku, ras, agama, kami tetap sama, bertanah air Indonesia.

Indonesia juga dikenal dengan toleransi beragamanya. Jadi apapun agama Anda, tidak akan dibeda-bedakan. Mungkin Anda pernah mendengar istilah atheis. Sebutan itu biasanya ditujukan bagi mereka yang tidak beragama. Namun sebenarnya tidak bisa disamaratakan seperti itu, karena ada pula istilah lain yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Yaitu agnostik. Istilah yang hampir sama dengan atheis tetapi memiliki pandangan yang berbeda terhadap Tuhan.

agnostik dan atheis

Banyak orang yag terjebak dengan kedua istilah tersebut dan pada akhirnya terjadi salah paham dan salah sebut antara satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya membagikan informasi, agar tidak adanya lagi kesalahan tentang kedua istilah ini. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa persamaan dan perbedaan antara atheis dan agnostik:

  1. Bagi mereka yang menganut atheis, mereka mempunyai keyakinan dengan tidak percaya adanya Tuhan di muka bumi ini. Sedangkan agnostik sendiri sama sekali tidak mengetahui sebenarnya Tuhan itu ada atau tidak.
  2. Kaum atheis sudah tidak ada kemungkinan untuk mempercayai adanya Tuhan sama sekali, bahkan hingga pada taraf pada penolakan terhadap Tuhan. Berbeda dengan agnostik, mereka masih ada kemungkinan untuk percaya terhadap Tuhan, hanya saja masih ada keraguan dan keresahan yang membuat mereka berpikir panjang dan membutuhkan sebuah pembuktian lebih jauh.
  3. Dilihat dari kedua penjabaran tersebut, kaum atheis tidak mempercayai apapun yang bersifat gaib. Sedangkan agnostik berpikir lebih logis, kritis dan mengedepankan ilmu pengetahuan dalam memaknai segala hal. Namun, menurut mereka untuk masalah spritual seperti ini tetap tidak bisa sepenuhnya dimengerti oleh manusia sehingga kaum agnostik masih dalam kebimbangannya tentang eksistensi Tuhan.
  4. Tidak berbeda jauh dengan gaib, kaum atheis harus mendapatkan sebuah bukti atau penampakan yang nyata. Seperti yang diketahui, Tuhan tidak nampak dan setiap mereka yang menyembah Tuhannya tentu saja dengan cara yang berbeda-beda tergantung dengan kepercayaan masing-masing. Dalam hal ini kaum agnostik yang berpikiran kritis dan logis tidak dapat menerima teori dan dogma tentang agama secara bulat-bulat, mereka pasti akan menelaah sedikit demi sedikit dan mereka tipe yang tidak mudah percaya.
  5. Kaum atheis mempercayai bahwa alam semesta dan isinya tercipta begitu saja tanpa adanya campur tangan dari siapa pun, apalagi yang berhubungan dengan gaib. Sedangkan agnostik masih ada kemungkinan-kemungkinan bahwa mereka meyakini ada sesuatu di balik itu semua sehingga tercipta apa yang mereka lihat sekarang.
  6. Cara pandang keduanya hampir sama terhadap kehidupan setelah mereka tiada. Mereka tidak mempercayai kehidupan lain setelah kematian. Jika sudah mati, ya sudah mati saja. Namun biar begitu, tetap masih ada sedikit perbedaan antara keduanya yaitu agnostik memang tidak mempercayainya, hanya saja mereka lebih fleksibel.
  7. Satu lagi persamaannya, yaitu sama-sama tidak menggantungkan diri terhadap bantuan Tuhan. Mereka berpikiran bahwa apa pun yang dilakukan manusia, baik maupu buruk adalah murni tanggung jawab sendiri. Tidak ada campur tangan Tuhan yang dapat membantu manusia kecuali kemampuan manusia itu sendiri.

Dapat disimpulkan, bahwa walaupun berbeda, kedua aliran ini tetap memiliki pemikiran yang sama dalam dua hal tadi. Serta tetap keukeuh dengan pendiriannya masing-masing tanpa campur tangan yang lainnya. Karena bagi mereka, Tuhan adalah zat yang tidak nampak dan tidak perlu dibahas keberadaannya.

 

About the Author